Puntang Menari Digelar dengan Prokes Ketat

0
197

KAB BANDUNG, Balejabar.com – Wakil Bupati Bandung Sahrul Gunawan direncanakan aka  membuka even Puntang Menari, di Kawasan Wisatan Alam Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Minggu (24/10/21). 

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Peringatan Hari Tari Dunia gawe bareng Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung dengan Masyarakat Seni Rakyat Indonesi (MASRI). 

Ketua MASRI Mas Nanu Munajar (Bah Nanu) mengatakan, dalam Puntang Menari itu digelar “Puntang Menari” – Ibing Pencug Ewag Peringatan Hari Tari Dunia (WDD) 2021 dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Hal ini sesuai ketentuan Satgas Covid-19, yang menyatakan wilayah Kabupaten Bandung masih berada di Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2.

Dikatakan Mas Nanu,  diupayakan tidak ada kerumunan massa. Seluruh peserta diatur sedemikian rupa agar tidak ada kontak antar penari.

“Bahkan saat menari, para penari diberi jarak dua meter di dalam arena. Saat masuk dan keluar arena wajib mengenakan masker, kecuali saat menari masker dilepas,” jelas Nanu.

Di dalam area Gunung Puntang pun, kata dia, tersedia air keran dan sabun untuk mencuci tangan. “Pokoknya protokol kesehatan diberlakukan secara ketat sesuai aturan dari pemerintah,” tandasnya.

Rencananya ad 36 sanggar tari dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Polawari Mandar, Sulawesi Selatan, Yogyakarta, Solo, DKI Jakarta, Banten serta sejumlah daerah di Jawa Barat dan Kabupaten Baandung sebagai tuan rumah.

Kegiatan itu akan digelar secara online (during) dan offline (luring). “Untuk yang offline benar-benar kita batasi agar tidak ada kerumunan massa. Bahkan orangtua penari tidak boleh hadir. Yang hadir hanya tamu undangan terbatas,” kata dia.

Kegiatan tersebut akan dibuka dan digelar di objek wisata alam dan perkemahan Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Minggu. 

Wabup Bandung Sahrul Gunawan mengatakan masyarakat sudah rindu dengan even kesenian dan kebudayaan, namun terhambat dengan pandemi Covid-19. 

“Ada baiknya kita mencoba even kesenian yang lebih mengedepankan prokes yang ketat selain virtual,” ujarnya. 

Sementara melibatkan desa wisata dalam setiap even kebudayaan dan pariwisata, selain untuk mempromosikan desa wisata juga untuk mengangkat berbagai keunikan dan potensi yang ada di Desa Wisata di Kabupaten Bandung.***

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here