Menkop UKM Bagikan 7.161 NIB Bagi Pelaku UKM

0
162

KAB BANDUNG, Balejabar.com – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) bagikan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Bandung di Kawasan Sarana Olahraga (SOR) Jalak Harupat, Kutawaringin, Senin (13/12/21).

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, selain sebagai amanat Peraturan Pemerintah (PP) No 7 Tahun 2021, penerbitan NIB merupakan upaya pemerintah dalam akselerasi membangkitkan ekonomi kerakyatan.

“Dengan begitu akan terbentuk ekosistem sekaligus daya saing yang baik dari berbagai produk UMKM, baik di pasar domestik maupun global. Apalagi Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bandung memiliki UMKM yang sangat banyak dan menjadi salah satu sektor yang tetap bertahan di masa pandemi,” jelas Bupati Bandung.

Bupati menyatakan pihaknya akan terus mendorong Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) untuk bergerak maksimal.

“Nanti kami akan sounding-kan dan kolaborasikan dengan program dari pemerintah pusat. Jika ini kompak, Insya Allah, tidak hanya membangkitkan pelaku UMKM, namun juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan mengentaskan kemiskinan. Dalam arti lain, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung akan dapat berlari cepat,” ungkap bupati yang akrab disapa Kang DS itu.

kiri-kanan: Bupati Bandung Dadang Supriatna, Menkop UMKM Teten Masduki, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia,dan Menteri BUMN Erick Thohir,, saat pembagian NIB UMKM di Jalak Harupat, Kutawaringin, Kab Bandung, Senin (13/12/21). by Hms

Tak hanya memberikan bantuan modal bagi pelaku UKM, pihaknya akan membuat show windows di site plan Alun-alun Kabupaten Bandung.

“Ke depan kami punya rencana membangun semacam etalase UMKM di Alun-alun Kabupaten bandung nanti. Untuk pembelian lahannya sudah kami anggarkan. Jadi, tidak ada lagi masyarakat Kabupaten Bandung yang membeli produk UMKM lokal dari daerah lain,” ungkap Kang DS.

Pada kesempatan itu Menteri Koperasi dan UKM (Menkop dan UKM), Teten Masduki menyebutkan, hampir 97 persen masyarakat Indonesia bekerja di sektor UMKM informal.

“Karena sekitar 98 persen UMKM di Indonesia itu masih informal atau masih dalam skala ekonomi rumah tangga, ekonomi yang hanya memenuhi kebutuhan keluarga,” ungkap Teten Masduki.

Teten mengapresiasi para pelaku UMKM yang telah menyediakan lapangan kerja di tengah pandemi Covid-19.

“Ketika usaha-usaha besar banyak menunda investasi dan ekspansi bisnis, namun UMKM tetap survive. Itulah kehebatan UMKM, tampil menjadi penyelamat ekonomi nasional. Sekali lagi, atas nama pemerintah kami berterima kasih kepada para pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” pungkas Menkop dan UKM.***

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here