Masuki 2024, BKKBN Terus Gencarkan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting

0
49
Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto saat kampanye percepatan penurunan stunting, di Taman Wisata Pasir Putih, Kel Bedahan, Kec Sawangan, Kota Depok, Kamis (18/1/24).

DEPOK, Balejabar.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI kembali berkampanye percepatan penurunan stunting, di Taman Wisata Pasir Putih, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Kamis (18/1/2024).

Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Angela Sir Melani Winarti mengenalkan definisi stunting dan mengambil titik poin dari definisi tersebut yaitu pertama masalah kekurangan gizi pada bayi, sejak mulai usia kandungan 0-1.000 hari pertama kehidupan. Kedua, masalah penyakit kronis yang berulang pada bayi.

“Agar percepatan penurunan stunting dapat dilakukan, maka kita semua berusaha untuk mencegah munculnya stunting,” tandas Angela.

Angela menjelaskan ada empat langkah yang bisa kita lakukan untuk mencegah stunting antara lain, memberikan ASI eksklusif pada bayi hingga berusia enam bulan. Memantau perkembangan anak dan membawa ke posyandu secara berkala. Mengkonsumsi secara rutin Tablet tambah Darah (TTD).

“Dan keempat, memberikan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) yang begizi dan kaya protein hewani untuk bayi yang berusia di atas enam bulan,” urai Angela.

Sementara itu Analisis Kebijakan Ahli Muda koordinator KB pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok, Intan Yustiawati, S.KM, menyebutkan Kota Depok saat ini sudah di bawah target dari nasional angka prevalensi stuntingnya di mana target nasional adalah menurunkan stunting sampai 14 persen.  

“Kota Depok saat ini angka prevalensi stuntingnya 12 persen,” ujar Intan. Ia pun mengapresiasi kampanye penurunan stunting ini tepat dilakukan di Kecamatan Sawangan, sebeb angka prevelansi stunting di Sawangan saat ini masih terbilang tinggi di Kota Depok.

Sementara anggota Komisi IX DPR RI, Wenny Haryanto tetap konsisten meminta masyarakat agar bisa mengoptimalkan bonus demografi melalui pencegahan stunting sejak dini.

“Untuk mencegah stunting, maka masyarakat harus mengetahui dulu ciri-ciri stunting, baru lah dilakukan pencegahan stunting melalui empat fase atau tahapan,” jelas Wenny.

Wenny kemudian menjelaskan ciri-ciri stunting. Antara lain proses pertumbuhan anak melambat, berat badan menurun, turunnya kekebalan tubuh, lambatnya pertumbuhan gigi, memiliki perkembangan kognitif yang lambat dan proporsi tumbuh anak tampak lebih kecil dari anak seusianya.***

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here