Perhatikan Asupan Makanan dan Kebersihan Lingkungan untuk Turunkan Stunting

0
59
Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hj. Nurhayati menggelar Kampanye Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kota/Kabupaten Garut, di GOR Desa Cibodas Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, Sabtu (20/1/24).

GARUT, Balejabar.com – Anggota Komisi IX DPR RI Nurhayati menggelar Kampanye Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kota/Kabupaten Garut, di GOR Desa Cibodas Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut, Sabtu (20/1/2024).

Nurhayati memberikan apresiasinya terhadap pemerintah daerah yang sudah menurunkan angka stunting dengan cukup signifikan.

“Kita targetkan di angka 14 persen tahun 2024 ini yah. Meski sekarang ini masih di angka 20-an persen. Tapi itu sudah bagus turunnya signifikan yang dari awal 35 persenan,” kata Nurhayati.

Untuk menurunkan angka stunting menurut Nur perlu adanya dukungan dari semua pihak. Terutama dari pemerintah dan didukung oleh elemen masyarakat. “Tentu perlu adanya upaya-upaya, terutama dari masyarakat,” tandasnya.

Salahsatunya ialah dengan menjaga kebersihan lingkungan yang ada di wilayah masing-masing, sehingga mampu mendorong pola hidup sehat.

“Tentu yang perlu diperhatikan ialah keberhasilan lingkungan sekitar, di mana akan mendorong masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat,” katanya.

Ia juga tidak lupa memberikan amanat kepada para orangtua terutama bagi ibu hamil menyusui maupun yang sudah memiliki anak balita untuk memperhatikan asupan makanannya.

“Lagi hamil perbanyak protein hewani dan nabati seperti telur daging ayam ikan. Salah satunya lele, ikan kembung ikan gabus sumbet protein yang tinggi,” urainya.

Itu semua menurutnya merupakan salah atau atau murah tapi sumber protein. Juga tidak boleh diberikan gula yang berlebihan termasuk susu yang di-packing.

“Karena termasuk mengandung gula yang tinggi kalau ada yang memberikan susu dan berasa coklat dan strawberry. Sekali-kali boleh, tetapi tidak boleh terlalu banyak dan tidak boleh terlalu sering apalagi jajanannya,” pesannya.

“Anak-anak dikasih cilok dan dikasih seblak kenyang. Sudah diberikan makanan yang tidak bergizi sekali-kali boleh, tapi jangan ketika makan. Karena harus diberikan makanan yang bergizi dan menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi,” terang Nurhayati.***

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here