Cegah Stunting dengan Optimalisasi 1.000 HPK

0
53
Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari saat Kampanye Percepatan Penurunan Stunting, di GSG Wanasari, Cibitung,Bekasi, Minggu (21/1/24). by bkkbn

BEKASI, Balejabar.com – Anggota Komisi IX DPR RI Putih Sari kembali mengajak warga Kabupaten Bekasi untuk bersama-sama mencegah stunting. Salah satunya dengan mengoptimalkan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai masa emas tumbuh kembang anak.

Putih menyampaikan ajakan tersebut dalam Kampanye Percepatan Penurunan Stunting yang dilaksanakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Gedung Serba Guna Wanasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Minggu (21/1/2024).

“1.000 HPK merupakan periode krusial dalam pertumbuhan seorang anak. Ini periode emas bagi tumbuh kembang anak. Pada periode inilah organ-organ vital seperti otak, hati, jantung, ginjal, tulang, tangan atau lengan, kaki dan organ tubuh lainnya mulai terbentuk dan terus berkembang,” terang Putih.

Masa 1.000 hari, sambung Putih, dihitung mulai sejak terbentuknya janin pada saat kehamilan selama 270 hari. Plus rentang waktu selama tahun atau 730 hari setelah bayi lahir. Dengan demikian, sasaran prioritas percepatan penurunan stunting adalah ibu hamil dan keluarga yang di dalamnya memiliki baduta.

Putih Sari mengingatkan, selain periode emas, 1.000 HPK juga sekaligus periode rentan bagi bayi untuk tepapar sejumlah penyakit. Salah satu cara untuk melindungi bayi sekaligus mengoptimalkan tumbuh kembang anak adalah dengan memberikan air susu ibu (ASI) kepada sang buah hati.

“Sebaiknya para Ibu tak melepas ASI selama dua tahun berturut-turut. Juga jangan sembarangan memberi asupan atau makanan yang tidak bergizi. Ini bisa mengakibatkan bayi jadi kekurangan gizi. Akibatnya, pertumbuhan sang buah terhambat. Ini yang kemudian menjadi pemicu stunting pada baduta,” pesan Putih.

Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini memastikan diri tidak pernah bosan mengajak warga Kabupaten Bekasi untuk bersama-sama mencegah stunting. Putih berharap pada saat nanti Kabupaten Bekasi bisa menjadi daerah zero new stunting. Dengan begitu, anak-anak di Kabupaten Bekasi bisa tumbuh kembang optimal dan sehat.

Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga BKKBN Jawa Barat Adang Syamsul Hadi menambahkan, salah satu upaya mencegah stunting adalah dengan menghindari asap rokok. Adang mengimbau para suami untuk tidak merokok di rumah, khususnya mereka yang memiliki ibu hamil dan bayi.

“Kalau Bapak-bapak terpaksa merokok, maka jangan dilakukan di rumah atau ruangan tertutup. Silakan menjauhkan diri dari ibu hamil dan anak-anak. Ini penting agar anak-anak kita terhindari dari ancaman stunting,” imbau Adang.

Tidak kalah pentingnya, sambung Adang, adalah selalu mengonsumsi makanan segar dan bergizi. Untuk mengontrol pertumbungan anak, ia mengimbau para ibu untuk membawa anaknya ke pos pelayanan terpadu (Posyandu). Dengan begitu, tumbuh kembang anak termonitor dengan baik.

Kordinator Bina Ketahanan Remaja Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bekasi Ermina Radiyantati mengimbau kepada para suami mengimbau para remaja untuk menjauhi asap rokok. Terlebih kepada mereka yang bersiap memasuki jenjang pelaminan atau para calon pengantin. ***

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here