Lebih Sebulan Jabat Pj Bupati, Engkus Sutisna Proaktif Soal Bencana, Harga- Harga, Posyandu, hingga Pramuka

0
54

BANDUNG– Penjabat (Pj) Bupati Ciamis H. Engkus Sutisna sudah sebulan lebih menjadi nakhoda di Tatar Galuh. Banyak hal yang telah dilakukan, terutama membangun soliditas tim kerja guna percepatan pembangunan.

“Kita tahu Ciamis masuk kategori tiga dalam hal pendapat asli daerah. Jadi banyak hal yang harus dipikirkan untuk mendongkraknya,” ujar Engkus Sutisna saat bincang santai di Pendopo Ciamis, Jumat malam (24/5/2024).

Tokoh berlatar aktivis yang dikenal bersahaja ini menyebut pendapatan asli daerah (PAD) tercatat sekitar Rp 264 miliar. Masuk kategori III. Sebab, ada kabupaten di Jabar yang PAD-nya di atas Rp 1 triliun.

“PAD kita masih lebih kecil dibanding transfer anggaran pusat,” katanya. Volume APBD 2024 Kabupaten Ciamis tercatat Rp 1,8 triliun.

Engkus Sutisna mengawali karier birokrasi di Kabupaten Bogor di era kepemimpinan Bupati Edy Yoso Martadipura. Putra pituin Tatar Galuh Ciamis ini kemudian jadi sekretaris pribadi (Sespri) ketika Kolonel TNI Purn Agus Utara Effendi jabat bupati Bogor selama dua periode.

“Orang tidak banyak tahu saya ini pernah jadi guru,” ucap tokoh kelahiran Desa Kepel, Kec Cisaga, Ciamis ini. Dia bahkan pernah jadi guru less privat. Salah satu muridnya adalah anak Edy Yoso.

“Dulu lebih 10 tahun banyak bekerja di lingkungan pendopo Kabupaten Bogor. Saat ini dapat amanah tinggal di Pendopo Ciamis sebagai Pj bupati,” tegas sarjana teknik jebolan Universitas Ibn Khaldun Bogor ini.

Engkus Sutisna yang juga staf ahli gubernur Jabar bidang pemerintahan, hukum, dan HAM ini dilantik sebagai Pj bupati Ciamis pada 19 April 2024. Dia juga pernah jabat kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.

Sebulan lebih memimpin Ciamis, Engkus fokus membangun soliditas para kepala dinas. Selain rutin rapat pimpinan, dia juga rajin mengunjungi para staf di setiap OPD (organisasi pemerintahan daerah).

Berikutnya hadir dan menyapa beragam kegiatan kemasyarakatan. Ketemu kader Posyandu, sidak harga-harga ke pasar, pengukuhan badan wakaf, dan penyaluran beras. Termasuk juga intensif membangun komunikasi dengan unsur Forkopimda.

“Saya juga sudah datang ke Kwarcab Gerakan Pramuka,” kata Engkus yang banyak menempa dirinya di organisasi kepramukaan.

Aktif di kepramukaan sejak SD, SMP, dan SMA. Lalu jadi ketua Kwarcab di Kabupaten Bogor. Kemudian beragam posisi wakil ketua di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jabar. Juga pernah jadi Andalan Nasional di Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

“Saya akan dorong supaya setiap dinas yang terkait bisa mengembangkan satuan karya, Saka kepramukaan,” ungkap alumni SMAN Banjar ini. Selain Saka, juga satuan komunitas (Sako) atau Gugus Darma. (adb/R-03)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here