BANDUNG– Masih tingginya perilaku buang sampah sembarangan di sekitar waduk jadi objek penelitian dosen IKIP Siliwangi. Hal yang menarik, dia melakukan penelitian di sebuah komunitas yang kemudian mendapat hadiah Kalpataru.
“Aspek yang kita teliti adalah pemberdayaan masyarakat lewat pendidikan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Bening Saguling Foundation,” ujar Nunu Mahmud Firdaus, M. Pd saat berbincang ringan di Cimahi, Jumat (21/11/2025).
Nunu bersama dua rekannya melakukan penelitian mandiri pada 2019. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari pengabdian masyarakat dari civitas akademika IKIP Siliwangi, Kota Cimahi.
Saat itu, Nunu dan kawan-kawan melakukan penelitian dengan judul Implementasi Pemanfaatan Latihan Terbimbing dan Pembelajaran Menulis Naskah Drama Berbasis Ekologi DAS Citarum.
“Pada 2019 kita peneliti di sana, tahun berikutnya Bening Saguling Foundation meraih Kalpataru untuk kategori penyelamat lingkungan,” tegasnya.
Nunu adalah dosen di program studi Pendidikan Masyarakat (Penmas) IKIP Siliwangi. Dia menyelesaikan S1 dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris pada 2009 di STKIP Siliwangi. Sementara S2 Penmas diselesaikan pada 2014 dari kampus yang sama.
Pria kelahiran Bandung, 11 November 1985 ini mengampu sejumlah mata kuliah di Penmas IKIP Siliwangi. Antara lain, Bimbingan dan Penyuluhan Masyarakat, Aplikasi TIK dalam Pendidikan Masyarakat, dan Pengelolaan Pendidikan.
Menurut Nunu, Bening Saguling Foundation sebagai contoh penyelamatan lingkungan berbasis masyarakat. “Yang terpenting itu sebenarnya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, salah satunya tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Visi Bening Saguling Foundation di bawah nakhoda Indra Darmawan adalah melestarikan Sungai Citarum lewat pemberdayaan masyarakat. Markasnya di Desa Cihampelas, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat.

“Masalah utama Sungai Citarum dan Waduk Saguling adalah limbah domestik dan eceng gondok. Bening Saguling merancang banyak program pemberdayaan untuk masyarakat sekitar Waduk Saguling dan bantaran Sungai Citarum,” jelas Nunu. (adb)



