Turun Signifikan Hingga 2,24 Persen, Pemkab Bandung Berhasil Tekan Laju Inflasi

0
45
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat Gerakan Pangan Murah dalam rangka pengendalian inlasi daerah.

KAB BANDUNG, Balejabar.com – Pada Juni 2024, tingkat inflasi year on year di Kabupaten Bandung sebesar 2,24 persen mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandung bulan sebelumnya di angka 3,04 persen. Adapun tingkat inflasi year to Date (YTD) sebesar 0,97 persen. Sementara itu secara Month to Month (m-to-m Kabupaten Bandung mengalami inflasi sebesar 0,11 persen.

“Alhamdulillah, inflasi Kabupaten Bandung sampai dengan bulan Juni 2024 menjadi 2,24 persen, yang sebelumnya diangka 3,04 persen. Tentunya, ini tetap kita pertahankan sehingga di bulan-bulan berikutnya inflasi Kabupaten Bandung tetap stabil,” kata Bupati Bandung di Rumah Dinas di Soreang, Senin (1/7/2024).

Bupati mengungkapkan penurunan angka inflasi di Kabupaten Bandung itu hasil kerjasama berbagai stakeholder di bawah naungan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Bandung, sehingga semua bergerak.

“Mulai dari Dispakan (Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan), Distan (Dinas Pertanian), Dinas Koperasi dan UMKM, dan semua stakeholder dan juga masyarakat Kabupaten Bandung,” tuturnya

Dengan adanya penurunan angka inflasi itu, Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna, menugaskan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bandung untuk memantau HET (Harga Eceran Tertinggi).

“Ini tentunya ingin ada pemantauan secara khusus, sehingga setiap bulannya atau setiap month to month-nya dan juga year-to-date selalu ada konfirmasi dan informasi. Dan pada akhirnya Kabupaten Bandung, alhamdulillah inflasinya Kabupaten Bandung menurun signifikan,” ucap Kang DS.

Seperti diketahui selama tiga tahun kepemimpinan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Pemkab Bandung kerap meraih penghargaan nasional sebagai kabupaten pengendali inflasi daerah terbaik tingkat nasional dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan. Angka inflasi di Kabupaten Bandung menjadi salah satu yang terendah di Indonesia.

Atas prestasi luar biasa tersebut, Pemkab Bandung diguyur insentif fiskal berupa dana insentif daerah (DID) oleh pemerintah pusat sebesar Rp 9,2 miliar November 2023, dengan tiingkat inflasi di angka 2,7 persen. Insentif ini bertujuan untuk mendorong daerah-daerah tersebut agar terus melaksanakan kebijakan yang efektif dalam mengendalikan inflasi.

Keberhasilan pengendalian inflasi ini tak lepas dari strategi jitu Bupati Bandung Dadang Supriatna yang melakukan langkah-langkah konkret untuk mengendalikan inflasi daerah.

Berbagai program dan kebijakan konkret yang dijalankan Dadang seperti pemberian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), pemberian bantuan cadangan pangan daerah, hingga pelaksanaan sidak dan operasi pasar murah dinilai berhasil mengendalikan inflasi di Kabupaten Bandung.

Selain itu, program Bupati yakni pemberian modal bergulir tanpa bunga dan tanpa agunan, pemberian insentif guru ngaji, insentif RT/RW, pelaksanaan program Kartu Tani, hingga pemberian diskon pembayaran air PDAM juga berkontribusi terhadap upaya pengendalian inflasi.***

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here