CIAMIS–Tidak ada yang menduga sebelumnya. Kebiasaan medsos Gubernur Dedi Mulyadi kini berubah masalah. Setidaknya bagi para korban kebakaran Pasar Manis di Kabupaten Ciamis.
“Jualan baju Pak, pas mau munggahan, gak bisa jualan,” ujar seorang Ibu sambil nangis-nangis dalam video medsos Kang Dedi Mulyadi (KDM).
“Modalnya habis dong terbakar,” tanya KDM. “Habis semua,” jawab si Ibu yang belakangan diketahui bernama Hj Titin, salah satu pemilik kios Pasar Ciamis yang terbakar pada Kamis malam (27/2/2025).
“Gak ada yang tersisa,” ucap Hj Titin dengan ekspresi kesedihan mendalam. KDM pun lantas berjanji koordinasi dengan bupati Ciamis untuk bantu memperbaiki. Lalu, Rp 5 juta diberikan KDM sebagai tanda “nyaah” ke Hj Titin.
Dilaporkan ada 17 kios yang jadi korban kebakaran. Umumnya kios pakaian. Salah satunya milik Hj Titin yang belakangan memicu kontroversi. Buah masalah adalah wawancara dengan KDM di medsos tersebut.

Netizens heboh. Yang bikin kesaksian adalah para korban lain. Mereka menyebut Hj Titin berbohong. Tidak benar modalnya habis. Juga tidak benar tidak bisa jualan lagi. Sebab, dia punya delapan kios di Pasar Ciamis.
Masalah berikutnya, video kios yang terbakar dan dilihat KDM bukan milik Hj Titin. Melainkan punya H. Budi.
“Kang Dedi video yang dipost kang dedi itu toko mamah saya, knp yang diwawancara org lain berasa tidak adil,” tulis akun dastergeulis.
“Ya Allah pak, Bu haji tini mah masih banyak toko kios sama barangnya, punya bapak saya bener2 habis barangnya, bener2 gak bisa jualan lagi,” tambah akun dysiast.
“Modus lihat ke sinih yang habis kiosnyah enji sama h Budi,” tulis akun cicih.
Yang ribut bukan hanya netizens. Pengurus pasar dan para korban lain pun bergerak. Dalam unggahan video tampak Hj Titin “diadili” di sebuah ruangan.
Intinya mereka minta Hj Titin mengaku berbohong dalam video KDM. Hj Titin pun belakangan bikin video klarifikasi yang mengaku benar punya delapan kios.
Dia juga mengaku masih bisa jualan. Kemudian, video yang ditayangkan KDM bukanlah kios milik dirinya.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Bahwa saya menderita kerugian sebesar 600 juta itu adalah tidak benar. Bahwa saya punya satu kios juga tidak benar. Yang benar saya punya 8 kios,” ucap Hj Titin.

“Ey era geus ceurik padahal,” tulis akun Aselalala. Ada lagi akun Abah adipura yang menulis: “dari wawancara sama kang dedi mulyadi netizen sudah curiga sama ibu ini”.
Ini adalah medsos pertama KDM sebagai gubernur Jabar yang memicu kontroversi. Berniat cepat tanggap, tapi bikin kisruh di kalangan para korban kebakaran.
Peristiwa kebakaran terjadi saat KDM dan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya masih di Magelang, Jateng. Yakni saat kegiatan retreat kepala daerah. (adb)



