Pontjo Sutowo: Gelombang Panas Dunia Harus Jadi Alarm bagi Indonesia

0
15

JAKARTA, balejabar.com – Ketua Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo mengingatkan pemerintah agar tidak lagi menjadikan isu lingkungan sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, ancaman bencana akibat kerusakan alam sudah nyata sehingga dibutuhkan gerakan penghijauan yang berkelanjutan, bukan sekadar penanaman pohon untuk kepentingan acara.

“Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan rapat, seminar, slogan, dan seremoni Hari Lingkungan Hidup. Kita membutuhkan gerakan nyata yang masif, sistematis, dan berkelanjutan,” kata Pontjo di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Menurut Pontjo, salah satu langkah paling sederhana namun berdampak besar adalah membangun gerakan nasional menanam sekaligus merawat pohon.

Ia menilai keberhasilan penghijauan selama ini terlalu sering diukur dari jumlah bibit yang dibagikan, padahal yang jauh lebih penting adalah tingkat keberhasilan pohon tersebut bertahan hidup.

“Gerakan penghijauan harus diukur bukan dari berapa juta bibit yang dibagikan, tetapi berapa banyak pohon yang masih hidup setelah satu, tiga, lima hingga sepuluh tahun,” ujarnya.

Pontjo mengingatkan bahwa berbagai bencana seperti banjir, longsor, kekeringan, hingga ancaman gempa besar semakin diperparah oleh rusaknya keseimbangan lingkungan.

Ia mencontohkan gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa dan Amerika pada pertengahan 2026 sebagai peringatan bahwa perubahan iklim kini menjadi ancaman nyata yang juga harus diantisipasi Indonesia.

“Menanam pohon hari ini bukan sekadar menanam batang dan daun. Kita sedang menanam air, udara bersih, keselamatan, pekerjaan, dan harapan bagi anak cucu Indonesia,” katanya.***

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here