BANDUNG– Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf Macan Effendi menyebut tidak mudah memenangkan kontestasi politik. Setelah menang, tidaklah mudah juga menjalankan kekuasaan.
“Kekuasaan itu banyak godaan. Tidaklah mudah menjalankan kekuasaan,” ujar Dede Yusuf saat sosialisasi 4 Pilar MPR di Graha Rancage, Jl Banjaran, Kabupaten Bandung (9/12/2025).
Sambil duduk lesehan, Dede Yusuf bercerita awal kiprah dirinya terjun di dunia politik. Dia mengaku bukan lahir dari dunia aktivis. Melainkan dari selebritis. Tapi dirinya terus belajar dari setiap capaian politknya.
“Saya bukan politikus murni yang lahir dari rahim aktivis. Jadi selalu ada tantangan dan hal yang baru setiap dapat penugasan politik dari partai,” ucap wakil ketua umum Partai Demokrat ini.
Dede Yusuf adalah wakil gubernur pertama Jabar yang dipilih secara langsung. Yakni periode 2008-2013. Setelah itu terpilih jadi anggota DPR dan menjadi ketua Komisi IX. Lalu, berikutnya jadi wakil ketua Komisi X, dan kini jadi wakil ketua Komisi II.
Hampir 20 tahun berkiprah di dunia politik, papar Dede Yusuf, dia tahu betul bahwa kekuasaan sangat rentan dengan godaan. Di situlah dirinya diuji agar bisa mengemban amanah rakyat dengan berintegritas.

“Saya bersyukur dikelilingi orang-orang terbaik yang berjuang dengan kerelawanan,” tegasnya. Salah satu jaringan politknya di dapil adalah Imah Rancage.
“Tim saya baik para tenaga ahli, staf ahli, dan jaringan Rancage adalah yang selama ini bekerja dengan jiwa kerelawanan. Bukan uncal (usaha nipu calon) yang cari kesempatan dalam kesempitan. Mereka adalah tim kerja politik yang mau bergabung di mazhab jalan lurus,” ungkap Dede Yusuf.
Jika berkarakter uncal, lanjutnya, sudah pasti pada akhirnya akan tersingkir sendiri. Seleksi alam telah menempa “pasukan Rancage” menjadi networking politik yang loyal dan handal. (adb)



