BANDUNG– Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf Macan Effendi minta anak muda dari generasi Z (gen-Z) untuk punya skills khusus. Apa pun layar belakang pendidikannya.
“Carilah skills khusus yang membuat kalian nanti tidak digaji oleh perusahaan. Dengan skills tersebut justru bisa menggaji sendiri,” ujar Dede Yusuf saat membuka pelatihan barista bagi mahasiswa dan anak muda di Bandung (24/1/2026).
Pelatihan barista dilakukan di Graha Macan, Jl Puradinata No 89 B, Baleendah, Kabupaten Bandung. Para peserta yang datang dari berbagai kampus praktik langsung dalam menyajikan kopi komersial.

“Seorang fotografer itu tidak digaji perusahaan. Sama halnya dengan content creator, MC, musisi, komika, pelukis, dan juga barista,” tandas Dede Yusuf.
Barista berkembang dalam 10 tahun terakhir. Sebelumnya orang hanya mengenal tukang kopi. Dulu dianggap pekerjaan biasa, sekarang jadi profesi yang menjanjikan.
“Saat ini barista bukan hanya menyajikan kopi yang enak, tapi lebih kental nuansa arts. Seni menyajikan kopi,” kilah wakil ketua umum Partai Demokrat ini.

Anak muda Kabupaten Bandung sangat layak punya kualifikasi barista. Selain berkembang cafe dan outlet kopi, Kabupaten Bandung dikenal sebagai penghasil kopi. Bahkan bisa dibilang surga kopi nusantara.
“Kopi Puntang bahkan pernah dinobatkan sebagai kopi terbaik di dunia. Harganya sangat mahal,” ucap wakil rakyat dari dapil Jabar II ini.
Semakin mahir dalam mengolah cita rasa kopi, lanjut Dede Yusuf, maka semakin jadi buruan industri kopi. Oleh karena itu, dia sangat mengapresiasi pelatihan barista bagi anak muda Kabupaten Bandung.

Di acara tersebut, turut hadir Saeful Bachri, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat. Lalu, M. Hailuki, wakil ketua DPRD Kabupaten Bandung. Para peserta diberi pengetahuan jenis-jenis kopi, cara mengolah, dan langsung praktik menyajikan kopi ala barista. (adb)



