BANDUNG– Politikus senior Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi menggelar kegiatan sosialisasi 4 pilar MPR di Kabupaten Bandung. Acara tersebut dihadiri lintas generasi, termasuk para mahasiswa.
“Hari ini saya sengaja undang tiga anggota DPRD. Nanti kita dengar bagaimana mereka bisa sukses seperti sekarang,” ucap Dede Yusuf di Desa Biru, Kecamatan Majalaya, Kamis (31/7/2025).
Tiga anggota DPRD yang dimaksud Dede Yusuf adalah Saeful Bachri dari DPRD Provinsi Jabar. Lalu, dua dari DPRD Kabupaten Bandung. Yakni M. Hailuki dan RM Oto Muharam.
“Kita dengar nanti, apakah masa kecilnya pernah bermimpi jadi anggota dewan,” tegas anggota MPR RI itu.

Satu per satu kemudian cerita masa kecil dan perjuangan jatuh bangun dalam mencapai cita-cita. “Lulus SMA tiga tahun nganggur. Saya lalu jadi guru honorer, jadi pembina Pramuka. Gajinya 15 ribu per bulan,” papar Saeful Bachri.
Hobi Pramuka, katanya, mengantarkan dirinya kenal dengan Dede Yusuf. Yaitu saat dimintai jadi sekretaris Kwarda Jabar. Sementara Dede Yusuf menjabat 10 tahun jadi ketua Kwarda.
“Saya diajak masuk Demokrat dan maju caleg 2019 tapi kalah. Begitu kalah saya bertekad belajar lagi dan terus kerja politik lebih baik lagi. Akhirnya menang di 2024,” ujar Saeful Bachri yang kini jadi ketua DPC Demokrat Kabupaten Bandung ini.

Oto Muharam mengaku awalnya alergi politik. Bahkan menyebut politik itu jahat dan kejam. Hal itu terkait posisinya sebagai pendidik. Bahkan ketua yayasan pendidikan Darna Agung serta kepala sekolah SMK di Majalaya.
“Pemilu 2024 saya diminta maju caleg. Anggapan politik itu jadi sirna setelah ketemu Pak Dede Yusuf. Jadilah anggota dewan,” katanya.
Lain lagi dengan M. Hailuki. Dia berkenalan dengan Dede Yusuf karena profesinya sebagai wartawan. Hobi menulis sejak kecil, lalu profesi jurnalis mengantarkan dirinya kenal dengan Dede Yusuf.

Dia kemudian jadi tenaga ahli (TA) DPR RI, diminta jadi ketua Imah Rancage, dan kini dapat amanah jadi wakil ketua DPRD Kabupaten Bandung.
“Mari kita cermati. Pak Saeful Bachri hobi Pramuka, sebenarnya dia hobi berorganisasi. Kang Luki hobi menulis dan mengarang sejak kecil. Lalu, Pak Oto benci politik tapi kemudian jatuh hati,” kata Dede Yusuf.
Kepada warga dan mahasiswa yang hadir, wakil ketua Komisi II DPR ini berpesan agar sejak dini harus ada motivasi berprestasi. Caranya biasakan kompetisi. Ada upaya jadi lebih baik. Syukur-syukur jadi terbaik.
“Berikutnya bergabunglah dengan orang yang berprestasi. Insyaallah akan terbawa dan jadi motivasi untuk ikut sukses juga,” kata Dede Yusuf yang juga wakil ketua umum Partai Demokrat ini. (adb)



