BANDUNG– Momen istimewa terjadi pada wisuda ke-41 sarjana dan ke-20 pasca sarjana IKIP Siliwangi. Selain jadi kebanggaan para wisudawan, momen tersebut juga ditandai penetapan rektor periode 2026-2030.
Prof Dr Hj Euis Eti Rohaeti, M. Pd ditetapkan kembali untuk memimpin IKIP Siliwangi. Penetapan itu disampaikan Ketua Yayasan Kartika Jaya Christina Sari Proboningrum di sela wisuda. Turut menyaksikan Ketua LL Dikti Wilayah IV Jabar-Banten Dr Lukman, S.T., M. Hum.

Tercatat 981 lulusan yang diwisuda pada Rabu, 10 Desember 2025. Mereka berasal dari 10 program studi yang ada di IKIP Siliwangi. Sebelum diwisuda, para lulusan terlebih dulu mendapatkan penomoran ijazah dan sertifikat nasional (PISN) dari Kemendikti Saintek.
“Wisuda bukan hanya seremonial akademik semata, melainkan perjalanan panjang para mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi,” ujar rektor.
Menurut Prof Euis, wisuda adalah titik balik. “Ia bukanlah titik akhir melainkan pintu gerbang menuju dunia nyata, dunia yang penuh keberanian, kreativitas dan komitmen untuk memberi dampak,” tandasnya.
Di hadapan civitas akademika, wisudawan, dan para orang tua lulusan baru, rektor menyampaikan capaian IKIP Siliwangi sebagai kampus dengan akreditasi unggul. Sebuah capaian tertinggi dan tidak mudah.

Oleh karena itu, dia berpesan kepada para lulusan baru untuk jaga marwah. “Saudara harus jadi pencipta perubahan, penggerak inovasi dan penyebar inspirasi,” ucapnya.
Ditekankan juga agar lulusan jangan pernah berhenti belajar. Diminta untuk jadi insan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kreatif dalam mencari solusi, dan inovatif dalam menciptakan peluang.
‘Tunjukkan kualitas saudara di lapangan, jadilah pendidik yang profesional dan pemimpin yang mampu membuktikan bahwa lulusan IKIp Siliwangi adalah lulusan yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Rektor kemudian menyampaikan selamat atas para wisudawan. Juga para orang tua yang mempercayakan pendidikannya di IKIP Siliwangi.
“Ingatlah gelar yang saudara raih bukan sekadar simbol melainkan amanah, amanah untuk mengabdi, memberi manfaat, dan menjaga nama baik almamater,” tandas Prof Euis Eti Rohaeti. (adb)



