BANDUNG– Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf Macan Effendi baru saja menggelar retret dan outbound dengan Rancage, tim kerja politiknya di dapil Jabar II. Diawali rapat kerja tahunan, kemudian lanjut sapa warga desa.
Kegiatan selama dua hari, 31 Oktober-1 November 2026, dilaksanakan di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Di kesempatan tersebut dipaparkan juga materi kepemiluan, strategi komunikasi politik, dan outbound untuk membangun soliditas dan militansi tim Rancage.
“Ini baru pertama kali ada tim rumah aspirasi anggota DPR RI menggelar retret dan rapat kerja. Tujuannya membangun kerja sama tim yang makin solid,” ucap M. Hailuki, ketua umum Imah Rancage.

Dede Yusuf dalam pengarahannya minta para kader Rancage update perkembangan politik nasional. Khususnya yang terkait dengan regulasi kepemiluan.
“Rancage telah bekerja dan memberi manfaat kepada masyarakat sejak 2014. Pasukan Rancage harus ikuti perkembangan aturan kepemiluan sebab setiap Pemilu pasti berbeda,” tegasnya.
Untuk pemilu 2029, papar wakil ketua umum Partai Demokrat ini, aturan mainnya belum diputuskan. Saat ini masih dalam pembahasan lewat RUU Pemilu.

“Saya dapat amanah dari Partai untuk menyiapkan regulasi Pemilu 2029. Jadi kita harus pahami setiap perkembangan yang menyangkut perubahan aturan main,” tandas wakil ketua Panja RUU Pemilu ini.
Usai merumuskan program kerja 2027, tim Rancage kemudian pada hari kedua melakukan hiking dan outbound. Sekaligus menyapa warga, Dede Yusuf dan rombongan menyusuri setiap jalan, gang, perkebunan dan pematang sawah yang dilewati.
Di bagian akhir, lalu digelar beragam permainan dan adu ketangkasan yang bertujuan menguatkan kerja sama, solidaritas, dan militansi. Semuanya dilakukan dengan riang gembira penuh persaudaraan.

Di setiap momen terkadang ada gelak tawa. Lalu adu kecepatan dan kelincahan dalam menyelesaikan tantangan. Berikutnya bergembira ria setelah mendapatkan reward dari setiap materi outbound. Atau terkadang mendapat hukuman karena salah.
“Lihat respons yang luar biasa, kegiatan seperti ini tidak hanya digelar setahun sekali. Kita bisa bikin periodik di tempat yang berbeda-beda, diawali dengan hiking,” ungkap Dede Yusuf. (adb)
